Minggu, 22 Mei 2011

Arsip Debat Id Amor Vs Duladi ,Topik : Tuhan yang minta disembah adalah Iblis?

by Id Amor on Friday, January 28, 2011


Penulis akan coba menyampaikan tentang perdebatan antara penulis dengan para penghujat Islam yang bernickname DULADI di faithfreedom indonesia,yang saat itu penulis menggunakan Nickname MARTO. dan pada saat berdebat DUladi tidak tahu kalau ia berdebat dengan orang yang pernah dihapus seluruh postingannya dan dilarang masuk ke forum yang ia kelola,perdebatan ini berawal dari pernyataan Duladi yang membuat kesimpulan bahwa Tuhan yang memperintahkan manusia untuk menyembah kepadanya adalah Iblis.

--------------------------------------------------------------------------------

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=21708

postingan yang dibuat Duladi ini sering di ulang disampaikan di FFI

dan dalam hal ini Duladi membuat kesimpulan seperti itu karena berdasarkan :

Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." (Lukas 4:7)

"Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Matius 4:9)

dengan kata lain Duladi membuat kesimpulan tentang ajaran Islam menurut kaca-mata alkitab!

tetapi dalam hal ini analisa Duladi tersebut didukung analisa yang obyektif atau analisa yang dangkal!

maka dalam hal ini perlu kita perhatikan lebih dahulu dasar /acuan duladi dalam membuat kesimpulan!

1 . tentang Lukas 4:7

sepertinya duladi hanya memahami sepotong-sepotong ayat tersebut untuk membenarkan kesimpulannya :

kita lihat ayat (bagian ) sebelum dan sesudahnya dari ayat tersebut!

= memperhatikan konteks ayat tersebut

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."

4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."

4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."

4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

kita analisa dahulu ayat ini

1. dibuka dengan Yesus dibawa Roh kudus (ayat 1)

2. dicoba / diuji oleh Iblis

3. dibawa oleh Iblis ke tempat paling tinggi yang bisa melihat seluruh :kerajaan dunia"

4. dibawa oleh Iblis ke yrusalem dan ditaruh dibubungan bait Allah

5. Iblis mengakhiri percobaannya =

maka point kisah ini jelas yaitu kisah percobaan Iblis kepada Yesus!

tetapi tentang point yang disampaikan Duladi soal "gila sembah" = yang minta disembah adalah Syetan.

tidak memperhatikan jawaban dari Yesus!

bahwa ada sebuah keharusan yang tertulis bahwa ia harus menyembah Tuhan = perintah untuk menyembah Tuhan itu ada tertulis dari alkitab?

kalaupun Duladi juga mengutip matius 4:9 secara subtansi keduanya adalah menceritakan kejadian yang sama yaitu Yesus yang dicobai oleh Iblis

maka dalam hal ini seharusnya Duladi juga memperhatikan ayat selanjutnya

4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

maka apakah dalam hal ini Duladi sedang mengatakan Tuhan yang tercatat didalam alkitab itu Syetan?

kita lihat penegasan yesus tersebut bahwa perintah menyembah Allah sudah tertulis!

Ul. 5:9 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Ul. 8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;

Kel. 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Kel. 23:24 Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka, tetapi haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali.

2 raja-raja

17:35 TUHAN telah mengadakan perjanjian dengan mereka dan memberi perintah kepada mereka: "Janganlah berbakti kepada allah lain, janganlah sujud menyembah kepadanya, janganlah beribadah kepadanya dan janganlah mempersembahkan korban kepadanya.

17:36 Tetapi TUHAN yang menuntun kamu dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang teracung, kepada-Nyalah kamu harus berbakti, kepada-Nyalah kamu harus sujud menyembah dan mempersembahkan korban.

dan pembela Duladi (ali 5196)akan berapologi soal ayat-ayat ini:

****

Quote:

suruhan menyembah tuhan di Injil adalah ajakan manusia. Ancamannya juga datang dari manusia. Jadi, manusialah yg sewot menyuruh2 manusia lain menyembah Yahwe. BUKAN Yahwe yg sewot dan mengancam manusia agar menyembah dirinya

***

benarkah perintah tersebut perintah manusia? jelas sekali ayat-ayat tersebut tertulis perintah dari Tuhan bagaimana bisa berdalih kalau itu alasan dari perintah manusia??

Duladi berdalih

****

Telah jelas, dalam ayat-ayat Bibel di atas, tidak ada perintah: SEMBAHLAH AKU.

Tuhan cemburu kepada berhala bukan karena masalah penyembahannya, tapi karena manusia beribadah (memohon berkat dan perlindungan) kepada selain diriNya. Ibaratnya, orang tua yang sakit hati bila anaknya minta makan kepada tetangga, padahal orang tuanya mampu memelihara dg baik; atau, ibarat seorang suami yg sakit hati bila sang istri meminta nafkah pada tetangga sebelah rumah di depan mata sang suami secara terang-terangan. Bukankah ini merendahkan harga diri suaminya? Bukankah ini suatu penghinaan? Ya, seperti itulah perasaan Tuhan kepada kita.

Jadi, kalau Tuhan memberi perintah: Jangan sujud menyembah berhala! Ini secara logika adalah tepat dan benar sekali. Karena apa? Karena berhala itu kebodohan. Kenapa manusia yang punya roh dan jiwa malah menyembah benda mati?

Tapi sebagai lawan dari perintah itu, tidak pernah Tuhan merengek-rengek kepada ciptaanNya: Sembahlah aku saja... sembahlah aku saja... Nanti kalau kamu mau menyembah aku saja, aku akan masukkan kamu ke surga, tidak peduli kamu pencuri atau pun tukang zinah.
****

Amor jawab :

apologi yang berdasarkan pada "tekstual / harfiah " = tidak memperhatikan secara subtansinya

kalau secara harfiah maka sebaiknya juga perhatikan ayat-ayat ini

kalau ayat-ayat ini bagaimana?

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;

25:4 kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;

25:5 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga;

25:6 minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,

25:7 permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

25:10 "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

25:11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

25:12 Haruslah engkau menuang empat gelang emas untuk tabut itu dan pasanglah gelang itu pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.

25:13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas.

25:14 Haruslah engkau memasukkan kayu pengusung itu ke dalam gelang yang ada pada rusuk tabut itu, supaya dengan itu tabut dapat diangkut.

25:15 Kayu pengusung itu haruslah tetap tinggal dalam gelang itu, tidak boleh dicabut dari dalamnya.

25:16 Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.

25:17 Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.

25:18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

25:19 Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya.

25:20 Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.

25:21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.

25:22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

25:23 "Lagi haruslah engkau membuat meja dari kayu penaga, dua hasta panjangnya, sehasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

25:24 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni dan membuat bingkai emas sekelilingnya.

25:25 Haruslah engkau membuat sekelilingnya jalur pinggir yang setapak tangan lebarnya dan kaubuatlah bingkai emas sekeliling jalur pinggirnya itu.

25:26 Haruslah engkau membuat untuk meja itu empat gelang emas dan kaupasanglah gelang-gelang itu di keempat penjurunya, pada keempat kakinya.

25:27 Gelang itu haruslah dekat ke jalur pinggirnya sebagai tempat memasukkan kayu pengusung, supaya meja itu dapat diangkut.

25:28 Haruslah engkau membuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas, dan dengan itulah meja harus diangkut.

25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

25:30 Dan haruslah engkau tetap meletakkan roti sajian di atas meja itu di hadapan-Ku."

25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.

25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

25:33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu--dengan tombol dan kembangnya--dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain--dengan tombol dan kembangnya--;demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.

25:34 Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam--dengan tombolnya dan kembangnya.

25:35 Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.

25:36 Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.

25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.

25:38 Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.

25:39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.

25:40 Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

ternyata berdasarkan apa yang tercatat / tertulis didalam alkitab..Tuhan di alkitab tidak cuma "minta sembah" saja tetapi minta persembahan khusus yang sangat "material" sekali ?

apa Duladi akan mengatakan kalau Tuhan di alkitab matre?

bagaimana juga dengan ayat ini?

23:17 Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu TUHAN.

Duladi berdalih *****

Yahweh membiarkan bangsa Mesir hidup dengan dewa-dewanya. Yahweh membiarkan bangsa China hidup dengan dewa-dewanya. Yahweh membiarkan bangsa India hidup dengan dewa-dewanya. Jadi, benar, bukan, bahwa TUHAN ASLI tidak narsis

.

******

hm..apa benar YHWH membiarkan orang menyembah dewa-dewa / berhala lain?

bagaimana dengan ayat ini?

23:24 Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka, tetapi haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali.

23:25 Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.

maka dengan kriteria yang digunakan Duladi apakah Tuhan yang tertulis di alkitab itu Tuhan yang narsis??

duladi menulis ****

tuhan dengan jelas memberikan nasihat layaknya orang tua kepada anaknya, bahwa menyembah berhala itu sebuah kebodohan.

Yeremia 10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka.

Yeremia 10:14 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya,

Yeremia 51:17 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas akan menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya

Tuhan asli tidak gila disembah-sembah. Dia tidak pernah berkata: "Barangsiapa tidak mau menyembah aku, akan aku bunuh dan aku siksa di dalam neraka selamanya."

****

Amor jawab

benarkah penjelasan DUladi itu?

Duladi mengutip kitab Yeremia tak ada salahnya juga menyampaikan Kitab yeremia :

13:9 "Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem.

13:10 Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun.

13:11 Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."

13:12 "Katakanlah kepada mereka firman ini: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur! Dan jika mereka berkata kepadamu: Masakan kami tidak tahu betul, bahwa setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur?,

13:13 maka katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seluruh penduduk negeri ini akan Kupenuhi dengan kemabukan: para raja yang duduk di atas takhta Daud, para imam, para nabi dan seluruh penduduk Yerusalem.

13:14 Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun."

Duladi mengutip dari kitab Yeremia :

Apalagi, dengan jelas Tuhan mengatakan begini:

Yeremia 7:22-23

Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan;

hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Amor jawab :

ayat ini untuk menyangkal ayat sebelumnya yach?

25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

Duladi menulis ****

Tuhan minta persembahan hanya untuk menguji keridhaan hati manusia untuk mau menyisihkan sebagian hartanya. Di samping itu, persembahan berupa korban bakaran adalah simbol akan datangnya penyelamatan dari Tuhan. Sama sekali tidak menunjuk pada sikap narsisme.

***

hm...dari mana Duladi tahu kalau itu sebagai penguji?

soal dasar ayat yang anda sampaikan :

ayat pertama yeremia 7:22-23

7:22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan;

7:23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

kenapa Duladi tidak memperhatikan ayat tersebut dari ayat pertama?

cobalah perhatikan ayat pertamanya

7:1 Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya:

7:2 "Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN!

ayat ini perintah untuk menyembah Tuhan nggak?

= Tuhan yang di alkitab sedang minta disembah nggak?

secara kutipan ayat yang anda jadikan alasan perhatikan secara kontekstualnya dengan memperhatikan ayat-ayat sebelumnya

7:19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu?

7:20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam."

7:21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: "Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya!

apa anda masih memperumpamakan kecemburuan tuhan alkitab (yang anda anggap Tuhan yang benar)

seperti orang tua atau suami??

= orang tua yang cemburu sama anaknya yang minta makan kepada orang lain boleh murka seperti ini yach??

suami yang cemburu sama istrinya boleh cemburu seperti ini yach?

ayat selanjutnya

6:12 Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. --"Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN.

6:13 Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu.

6:14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

6:15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN."

6:16 Beginilah firman TUHAN: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

6:18 Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka!

6:19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.

kata : hai bangsa-bangsa tersebut termasuk orang mesir,India,cina dll nggak yach??

Duladi menulis:

Jadi, kata-kata nabi Yeremia dalam ayat 2 itu semakna dengan:

"Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN!

Kata-kata seruan nabi Yeremia itu bukan untuk memerintahkan umat Israel nyembah-nyembah Tuhan, tapi agar mereka mau menyesali dosa-dosa mereka dan berbalik kepada Tuhan yang benar. Itu tampak jelas dari ayat-ayat selanjutnya, yang banyak mengkritik kejahatan-kejahatan umatNya.

Amor jawab:

dalam yeremia 7:2 tersebut yang tertulis merendahkan diri itu terjemahan versi mana yach??

marto (nickname saat di Faithfreedoom) akan lihat versi-versi terjemahan ayat tersebut ach....

TB "Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN!

BIS (7:1)

FAYH "Pergilah ke pintu masuk Bait TUHAN dan sampaikan pesan ini: Hai Yehuda, dengarkanlah firman TUHAN. Dengarkanlah, hai kamu sekalian yang berbakti di tempat ini.

TL Pergilah engkau berdiri di pintu rumah Tuhan, serukanlah di sana perkataan ini, bunyinya: Dengarlah olehmu firman Tuhan, hai segenap orang Yehuda! hai kamu yang masuk dari pada pintu ini akan meminta doa kepada Tuhan.

DRFT_SB "Hendaklah engkau berdiri di muka pintu rumah Allah serukanlah firman ini di sana mengatakan: Dengarlah olehmu akan firman Allah hai segala orang Yehuda yang masuk dari pada pintu ini hendak menyembah Allah.

ENDE Berdirilah dipintugerbang Rumah Jahwe. Serukanlah disana sabda ini dan berkatalah: "Dengarlah sabda Jahwe, hai seluruh Juda, jang masuk pintugerbang2 ini untuk bersembah-sudjud kepada Jahwe!

kok nggak ada yang sama dengan versi yang disampaikan om duladi yach??

om Duladi sedang buat versi terjemahan palsu yach??

kalau orang lain berbuat seperti ini pasti om ngamuk nggak karuan kan??

tetapi kenapa sekarang om yang berbuat terhadap tindakan yang ia kecam yach??

duladi menulis

*****

Itu benar. Tapi perintah itu ditujukan kepada siapa? SEMUA BANGSA DI BUMI? Tidak. Hukum Taurat adalah untuk umat Israel, bukan untuk Mesir, Arab, India, atau bangsa Tiongkok.

Itu ibaratnya seorang suami mengingatkan kepada istrinya, "Jangan menyeleweng, atau aku akan marah."

Beda dengan Awloh. Dia gila disembah-sembah. Dia marah kepada seluruh manusia, entah itu Arab, Yahudi, atau bangsa manapun, karena menolak menyembah Awloh. Yang diutamakan si Awloh setan ini adalah penyembahan. Masa kamu tidak bisa melihat betapa gobloknya Awloh-mu itu?

*****

Amor jawab :

dan tuhan yang menyatakan seperti ini goblok juga yach?

12:1 "Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi.

12:2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

12:3 Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu

Duladi melanjutkan

*****

Tidak ada komentar lain yang hendak saya sampaikan kepadamu, kecuali perumpamaan ini.

Bapakmu (yaitu Awloh) sudah ketahuan maling di sini, tapi malah sibuk menuding-nuding Bapak saya juga maling seperti bapakmu. Trikmu ini kekanak-kanakan, tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian agar Bapakmu tidak disorot terus sebagai maling dan fokus beralih pada bapak saya. Awlohmu sudah terbukti setan kok, jadi percuma saja Anda terus menuding-nuding Tuhan juga setan. Ini perbuatan terkutuk. Kamu sedang membela setan di sini. Ingat itu. Kamu tidak ingin Awloh-mu terus-menerus dihakimi, jadi kamu berusaha mengalihkan perhatian dan menunjuk-nunjuk Tuhan Asli juga setan sama seperti Awloh-mu.

Kamu mengutip ayat-ayat Bibel untuk membenarkan kelakuan Awloh-mu. Padahal Muhammad dalam Alquran mengklaim Islam itu agama yang sempurna. Kalau sempurna, kenapa malah berusaha dicocok-cocokkin atau disama-samakan dengan agama lain, terutama Yahudi?

*****

sebaiknya ilustrasi yang anda buat tersebut apa cocok dengan topik yang anda buat?

kalau anda membuat tuduhan A maling dengan membandingkan B itu lah yang bukan maling sesungguhnya!

maka "standar tuduhan tersebut diberlakukan kepada orang yang dijadikan "perbandingan" yang benar.. apa itu tidak sesuai konteks?

justru ketidak mampuan anda membela diri soal standar yang anda buat jika diperlakukan kepada Tuhan yang anda anggap asli itulah maka sebenarnya anda juga menghujat Tuhan yang tercatat didalam alkitab!

ayat-ayat yang sering dijadikan dasar tuduhan adalah ayat-ayat al-qur'an ini,yang didalamnya ada frase "sembahlah Aku"

Thaahaa:014

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Al-Anbiyaa`:025

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

Al-Anbiyaa`:092

Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu [972] dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Al-`Ankabuut:056

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

kita lihat ayat-ayat tersebut dengan memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya..

pertama soal Qs Thaha 14

kita lihat konteks ayat tersebut...

[9] Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

[10] Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

[11] Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: "Hai Musa.

[12] Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.

[13] Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

[14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.

[15] Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

[16] Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa".

[17] Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?

[18] Berkata Musa: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".

[19] Allah berfirman: "Lemparkanlah ia, hai Musa!"

[20] Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

[21] Allah berfirman: "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,

[22] dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula),

[23] untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,

[24] Pergilah kepada Firaun; sesungguhnya ia telah melampaui batas".

[25] Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,

[26] dan mudahkanlah untukku urusanku,

[26] dan mudahkanlah untukku urusanku,

[27] dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

[28] supaya mereka mengerti perkataanku,

[29] dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

[30] (yaitu) Harun, saudaraku,

[31] teguhkanlah dengan dia kekuatanku,

[32] dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku,

[33] supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,

[34] dan banyak mengingat Engkau.

[35] Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami".

[36] Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa."

[37] Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain.

[38] yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan,

jelas sekali ayat yang anda kutip konteksnya adalah tentang kisah musa...

apakah yang memberikan mukjizat kepada musa itu Iblis?

apakah Iblis mengingatkan akan datangnya hari kiamat?

apakah Iblis mengingatkan jangan mengikuti hawa nafsu dan tidak beriman karena akan menyebabkan kebinasaan?

justru semakin jelas anda sedang mempermalukan diri sendiri nich??

soal QS al anbiya 92

memahami ayat-ayat al-kitab dan al-qur'an dengan sepotong-sepotong maka akan mendapatkan pemahaman yang menyesatkan diri anda sendiri...

kita lihat saja konteks ayat tersebut = perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya !!

[91] Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

[92] Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

[93] Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kami lah masing-masing golongan itu akan kembali.

[94] Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.

[95] Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali

setelah konteksnya jelas ...

apakah akan mengatakan bahwa yang memberikan Ruh kepada Maryam ,yang akhirnya maryam / maria punya anak tanpa melalui hubungan suami isti itu Iblis?

apakah Iblis menyeru manusia untuk melakukan amal salaeh dan mencatat setiap perbuatan manusia?

apakah yang membinasakan sebuah kaum (bangsa-bangsa sebelumnya) itu Iblis?

lagi-lagi orang yang menghujat Islam sedang mempermalukan diri sendiri... karena mempelajari alqur'an bukan mempelajari sendiri (dengan memperhatikan konteks ayat) tetapi sekedar membebek orang lain... akhirna punya pemahaman yang menyesatkan diri sendiri....

soal QS al ankabut 54

[52] Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

[53] Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

[54] Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir,

[55] pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka): "Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan"

[56] Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

[57] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

[58] Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,

[59] (yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

[60] Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[61] Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

apa salah Allah yang menciptakan langit dan bumi... yang mengetahui segala isi langit dan bumi... yang memberikan rizki ...

hanya kepada dia manusia harus menyembah?

justru yang menganggap perintah menyembah kepada Allah yang demikian itu dianggap perintah setan ,jelaslah ia yang berpendapat demikian adalah antek-antek setan itu sendiri.....

soal Qs al Anbiya 25

[24] Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujahmu! ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.

[25] Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".

jadi jelas bahwa Tuhan yang memerintahkan manusia untuk menyembahnya adalah Tuhan yang mengutus Rasul -rasul sebelumnya.

kemudian penghujat Islam dan misionaris coba menyampaikan argumentasi

misionaris / penghujat Islam mengartikan penyembahan ajaran islam itu kepada penyesatan manusia.

Dan sumber penyesatan manusia itu ada pada IBLIS.

Al-Hijr:039

Iblis berkata : "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

ayat yang disampaikan penghujat / misionaris adalah 'kutipan' kisah Adam dan pembangkangan Iblis!

justru dengan ayat-ayat ini adalah jelas bahwa orang yang memahami ALlah yang memperintahkan kepada manusia agar memurnikan ketaatan kepada_Nya

kita lihat konteks Qs Al-Hijr 39 dengan memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya!

32] Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

[33] Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk".

[34] Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

[35] dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".

[36] Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan".

[37] Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

[38] sampai h ari (suatu) waktu yang telah ditentukan"

[39] Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

[40] kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

[41] Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).

[42] Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

menuduh Allah swt adalah Iblis.. karena memerintahkan kepada manusia agar hanya menyembah kepadanya.. maka yang menuduh itulah antek-anteknya Iblis....

yang berusaha menyesatkan manusia kepada jalan yang benar.

jelas sekali Tuhan di alkitab maupun di Al-Qur'an memerintahkan kepada manusia untuk menyembahnya (dengan gaya bahasa masing-masing)

tetapi manusia-manusia yang menjadi anteknya IBLIS justru memutar-balikan fakta!

dan ia nggak sadar dengan teorinya tersebut ia juga menghujat Tuhan yang tercatat didalam alkitab... juga

jelas sekali banyak sekali ayat Al-Qur'an yang menegaskan Iblis adalah musuh yang nyata...

Qs 2:168

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Qs 2:208

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

jelas ayat-ayat tersebut adalah untuk mengingatkan kepada manusia agar senantiasa tidak berperilaku seperti syetan! karena perilaku syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia kalau ingin berada dijalan kebenaran.

dua point diatas adalah :

1. tentang kebutuhan manusia yang paling dasar dalam hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani yaitu "makan" = bagaimana memperolehnya dan bagaimana melakukan pilihan terhadap apa yang layak ia makan dan yang layak untuk mencari makan, agar menjauhkan sejauh-jauhnya dari 'perilaku Syetan'

2. tentang kewajiban dasar manusia dalam menjalankan kehidupan,untuk memenuhi kebutuhan rohani, diingatkan jangan sampai mengikuti langkah-langkah syetan.

dan mental dasar dari syetan / Iblis adalah kesombongan.. menolak perintah Allah dan penyebabnya adalah kesombongan...

kesombongan karena membangga-banggakan tentang asal usul..

Qs 6:142

Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,

7:22

maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

12:5

Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."

17:53

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

36:60

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh

yang nyata bagi kamu",

43:62

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

dan kita lihat juga ayat-ayat ini...

[98] Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

[99] Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.

[100] Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

dalam ayat ini sangat jelas tentang sebuag perintah " untuk berlindung kepada Allah" dari setan yang terkutuk = berlindung dari makhluk terkutuk = mengingatkan selalu bahwa setan dan perilakunya adalah perilaku yang terkutuk untuk senantiasan dihindari ....

maka ayat-ayat inilah justru membongkar manusia-manusia yang menjadikan setan sebagai 'pemimpinnya'nya yang suka mengutip ayat sepotong-sepotong untuk menghujat Allah.....

dan misionaris akan mempersoalkan tentang penyebutan 'hamba' didalam Al-Qur'an

dengan menulis

Al-`Ankabuut:056

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.

1. Manusia dianggap sebagai hambanya = BUDAK-nya.

2. Bumi (kekayaannya) menjadi iming-imingnya kepada manusia yang budak (miskin).

3. Keinginannya sendiri ingin disembah-sembah oleh manusia secara private yang sebelumnya telah dikatakannya sebagai hambanya (miskin=budak).

maka kita jawab :

apa salahnya menggunakan hamba buat manusia kalau dihubungkan dengan Tuhan?

Kej. 9:26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya

Im. 25:55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu."

yes 42 :19

Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?

kesimpulannya

para misionaris dengan daya dan upayanya menghujat Allah swt.. tanpa mereka sadari sebenarnya mereka menghujat tuhan yang tercatat didalam alkitab.

yang sebelumnya membuat tuduhan dengan memahami ayat-ayat al-qur'an dengan pemahaman alkitab..tetapi justru faktanya mereka juga menghujat tuhan yang dialkitab.


sumber : http://www.facebook.com/home.php#!/note.php?note_id=490770612971

KESOPANAN SESEORANG KEPADA JIRANNYA ( Tetangga, atau yang bersebelahan dengan kita )

oleh Parikesit Java pada 21 Mei 2011


Bismillahir rohmaanir rohiim.

Tidak ada satu pun aturan manusia atau agama yang mementingkan hak tetangga, sebagaimana yang telah diatur oleh Islam.

Sabda Junjungan kita :

Tidak putus-putus Jibriel menyuruh aku berbuat baik kepada tetangga hingga aku sangka, bahwa tetangga itu hendak dijadikan waris.

(H.R. Bukhari dan lainnya ).

Sabda Rasul s.a.w. :

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia memuliakan tetangganya.

(H.R. Bukhari ).

Memang sepatutnya begitu, karena selain daripada orang-orang yang serumah dengan kita, tidak siapa-siapa orang yang bisa lekas kita mintai tolong apabila kita susah payah atau sakit pening kita melainkan tetangga kita itu.

Oleh karena itu patutlah kita berlaku baik satu sama lain. Karena orang yang begitu dekat apabila tidak berlaku baik satu sama lain, niscaya rusaklah pergaulan dan ketentraman di dalam satu komunitas, yang sesungguhnya satu “rumah”, dan orang yang rusakkan pergaulan satu sama lain itu durhaka pada pandangan agama.

Sabda Nabi s.a.w. :

Dua macam orang yang tidak akan dikasihani di hari kiamat. Orang yang memutuskan perhubungan keluarga, dan tetangga yang jahat.

( H.R. Ad- Dailami ).

Sabda Rasulullah s.a.w. :

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, janganlah ia menyusahkan tetangganya.

(H.R. Bukhari ).

Dan kita semua sudah maklum, bahwa keamanan tiap- tiap rumah itu bertalian dengan perhubungan orang sebelah-menyebelah (tetangga), maka

bersabda Penghulu kita, s.a.w.:

(Periksalah) tetangga sebelum (periksa) rumah. Dan carilah teman sebelum berjalan (jauh).

(H.R. Thabarani ).

Hak dan kewajiban kita kepada tetangga.

Oleh karena satu kampung itu serupa satu rumah yang besar, tentulah penduduknya dipandang sebagai penduduk satu rumah. Penduduk di dalam satu rumah itu tentulah tak patut kalau yang satu lapar, sementara yang satu kekenyangan.

Sabda Nabiullah s.a.w. :

Tidak dinamakan beriman kepadaku orang yang habiskan harinya dengan kenyang, sedang tetangga didalam kelaparan, padahal dia tahu.

(H.R. Bazzar ).

Sabda Rasulullah s.a.w. :

Hak tetangga (yaitu), kalau ia meminjam, engkau pinjamkan. Kalau ia minta tolong, engkau tolong dia. Kalau ia sakit, engkau melawat dia. Kalau ia ada keperluan, engkau beri kepadanya. Kalau ia jadi miskin, engkau jadi pembantunya. Kalau ia dapat kesenangan, engkau girangkan dia. Kalau ia dapat susah, engkau hibur dia. Kalau ia mati, engkau turut jenazahnya. Jangan engkau bikin rumah lebih tinggi daripada rumahnya, karena dengan itu engkau halangi dia dapat angin, melainkan dengan izinnya. Jangan engkau susahkan dia dengan bau masakanmu, melainkan (jika) engkau beri kepadanya dari masakan itu. Jika engkau beli buah- buahan engkau hadiahkan kepadanya. Dan kalau tidak engkau beri, hendaklah engkau bawa masuk kerumahmu dengan tersembunyi dan jangan engkau beri anakmu bawa keluar buah-buahan itu, karena nanti anaknya ingin buah- buahan itu.

(H.R. Abu Syakh ).

Dan jangan sekali- kali merasa malu memberi hadiah kepada tetangganya, walaupun sedikit. Begitu juga bagi tetangga yang menerima hadiah, jangan menghina lantaran terlalu sedikitnya.

Sabda Nabi kita :

Hai perempuan- perempuan Islam !! Janganlah seorang tetangga merasa malu memberi hadiah kepada tetangganya, walaupun satu kaki kambing.

(H.R. Bukhari ).

Kalau kita tidak mampu memberi hadiah, lantaran yang kita punya sedikit, hendaklah yang kita dahulukan untuk kita beri adalah tetangga yang rumahnya lebih hampir kepada kita (lebih dekat).

Karena ada diriwayatkan :

Siti Aisyah bertanya : Ya Rasulullah ! Saya ada mempunyai tetangga, maka kepada satu yang manakah saja ( patut aku dahulukan ) memberi hadiah ? Jawab Rasul : “ Kepada yang hampir pintunya kepadamu”.

(H.R. Bukhari ).

PANDANGAN DAN PESAN :

Dari ajaran Islam, yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. kita dapati pergaulan yang begitu bagus, begitu mulia, begitu luhur, yang sering kita lupakan dan kita tinggalkan.

Apalagi dimasa saat ini, yang tiap- tiap orang sudah merasa sulit memikirkan kebutuhan hidup. Dan seakan- akan tidak ada bekas- bekas kenikmatan Allah yang telah begitu banyak yang dia terima.

Banyak juga yang masih kelihatan kaya raya, tapi kekayaannya tak berfaedah pada orang lain, apalagi bagi Agamanya. Malah dia jadikan kekayaan nya itu buat bikin dirinya tampak megah dihadapan manusia yang lain, seakan- akan ingin menunjukkan bahwa dia sudah bisa lebih dibandingkan manusia yang lain.

Kita lihat seorang tetangga kaya raya, bangun rumah tinggi-tinggi tapi tidak sadar, bagunan rumahnya itu tutupi rumah tetangganya yang miskin, yang kecil, sehingga tetangganya yang miskin itu tak pernah dapat lihat sinar matahari pagi.

Kita lihat seorang tetangga yang kaya raya itu, yang punya mobil- mobil bagus, saat parkir mobilnya, dia tak hormati hak jalan bagi tetangganya yang lain. Dia halangkan jalan masuk tetangganya lantaran tertutupi rumah dan pintunya, gara- gara mobil yang dia parkir.

Mungkin kita pernah belikan mainan yang mewah- mewah bagi anak- anak kita, padahal kita tahu, tetangga kita yang kiri dan kanan, jangankan untuk membelikan mainan anak- anaknya, bahkan untuk makan saja mereka sudah sangat berat. Kita sudah maklum dan tahu, tabiat dari anak-anak kita yang membanggakan mainan pemberian orang tuannya. Anak- anak kita pasti banggakan mainan itu dihadapan teman- temannya, yang orang tuanya tak mampu belikan mainan itu, bahkan kita ajari anak- anak kita itu untuk tak berbagi dengan temannya, lantaran takut mainannya jadi rusak.

Mungkin kita punya tetangga yang tak pernah kita tenggok keadaannya…, entah mereka sudah makan atau belum…, entah mereka masih merintih perutnya menahan perih, lantaran tak ada yang dapat dimakan, dan tak punya uang buat beli makanan.

Mungkin kita pernah juga menenggoknya, tetapi kita tenggok mereka yang kita kenal, lantaran mereka sahabat dan teman kita saja, bukan lantaran kita jalankan perintah Agama, bukan lantaran kita ikuti seruan Nabi s.a.w.

Mungkin kita juga pernah dengar sebuah berita, di televisi dulu di Sulawesi, ada keluarga miskin, mempunyai anak banyak, yang tidak dapat cukup kasih makan anak-anaknya, mereka makan nasi putih dicampur dengan air sebagai kuahnya. Akhirnya si Ibu meninggal lantaran kelaparan, karena malu hutang tetangga, karena malu minta tetangga.

WAHAI HAMBA ALLAH…, YANG KEPADAMU ALLAH TITIPKAN HARTA- HARTA YANG BANYAK….!!

APAKAH ENGKAU MAU, HARTAMU ITU DIJADIKAN BARA API BUAT MENYUMPAL MULUTMU DI NERAKA KELAK….??

Firman Allah ta’ala :

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

( Q.S. An- Nisa ayat 36- 37 ).


Keselamatan bagi hamba Allah yang mau mengikuti petunjuk Agama- Nya.


Sumber : http://www.facebook.com/pages/I-Love-Islam/181170515263914#!/notes/parikesit-java/kesopanan-seseorang-kepada-jirannya-tetangga-atau-yang-bersebelahan-dengan-kita-/226480427368716

Kamis, 12 Mei 2011

Dialog dengan Theolog Kristen Tentang Konsep Isa As di dalam Al Qur’an



by Id Amor on Tuesday, March 1, 2011

Dialog ini terjadi hampir 2 tahun yang lalu di Forum myquran.org ,ketika ada seorang Netter Kristen Protestan yang menggunakan nickname Amosart2009,yang menurut Pengakuannya ia sudah belajar Theologi selama 4 tahun,tertarik mempelajari beberapa Agama termasuk Islam.

dalam diskusi tersebut Amosart2009 membuat topik “Mau belajar konsep isa almasih


menurut ayat suci al qur an”

karena diskusi tersebut agak panjang ,dan banyak netter Muslim yang menanggapi maka akan kami sampaikan hanya dialog antara Amosart – Id Amor (penulis) menjadi 2 bagian karena agak panjang,dan sebelumnya pernah saya arsipkan di blogdan saya coba share disini semoga bisa bermanfaat buat pembaca ,inilah dialognya

Amosart :

18 April 2009

rekan-rekan. saya berlatar belakang nasrani. namun saat ini sedang belajar agama-agama sebagai bentuk pencarian saya untuk mencari jawaban. saya mempelajari Islam dan Buddha. di dalam forum ini saya ingin belajar persepsi Islam terkait Isa Al Masih. Saya benar-benar hanya mau belajar dan berdialog dan tiada maksud sama sekali untuk berdebat atau tujuan lainnya. mohon yang memahami pertanyaan ini dapat membagikan apa yang saya ingin ketahui. Saya juga sedang membaca surah demi surah dalam Al quran untuk mengkonsepsikan pandangan Islam yang lengkap tentang Isa Alamasih.

maaf jika da kata-kata yang kurang pas.

Salam.

Tanggapan Id Amor,18 April 2009

pertama amor sampaikan dahulu Isa as didalam Al qur’an dengan menyampaikan beberapa ayat terlebih dahulu

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءكُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقاً كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقاً تَقْتُلُونَ

audio[2:87] Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِن بَعْدِهِم مِّن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَـكِنِ اخْتَلَفُواْ فَمِنْهُم مَّنْ آمَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا اقْتَتَلُواْ وَلَـكِنَّ اللّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

[2:253] Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ‘Isa putera Maryam beberapa mu’jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

إِذْ قَالَتِ الْمَلآئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

[3:45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat(yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً

[4:171] Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya384 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya385. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِم بِعَيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

[5:46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ

[5:78] Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ قَالَ اتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

[5:112] (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami ?”. ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

[5:114] Isa putera Maryam berdo’a: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama”.

وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

[5:116] Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

ذَلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

[19:34] Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

[23:50] Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

[19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

1. Isa as adalah hamba Allah dan salah satu Rasul / utusan Allah

2. Isa as diberi beberapa mukjizat

3. kelahirannya kabar gembira untuk maryam / ibunya, dan salah satu tanda kekuasaaan Allah

3. diperkuat dengan ruhul kudus

4. pengikutnya dilarang keras bersikap melampaui batas dalam memposikannya,salah satu sikap melampaui batas adalah menganggap ia salah satu ‘tiga pribadi’ TUhan

5. melaknati orang kafir dari bani Israel

6. diberikan wahyu kepadanya yang kemudian dinamai Injil

itu dahulu jawaban pembuka dari amor,semoga mudah dipahami dan bermanfaat..

wassalam

id amor

Tanggapan Amosart 2009,19 April 2009

sangat bermanfaat terutama kesimpulan yang sudah diberikan. terima kasih rekan amor.

saya dari latar protestan.

ada banyak yang saya mau gali, baik yang saya baca sendiri melalui al quran ataupun yang saya mau tanyakan langsung kepada forum ini. kesimpulan rekan amor sangat baik dan saya berharap dapat memahami satu persatu penjelasan dari kesimpulan tersebut.

o ya sekedar info saja. saya tidak hendak membuat perbandingan ajaran Islam dan Kristen mengenai konsep Isa Almasih di sini. Melainkan murni menggali ajaran Isa Almasih dari Al Quran. Sehingga semoga tidak ada perdebatan dalam thread ini yang memang saya hindari.

terima kasih.

Id Amor menjawab,20 April 2009

apa yang saya sampaikan pemahaman saya terhadap ayat-ayat yang saya kutip diatas, tetapi kalau seandainya ada yang mau menyanggah atau menggali lebih dalam lagi..

dipersilahkan…

semoga kita semua bisa belajar bersama…

wassalam

id amor

Amosart 2009 menulis ,24 April 2009

saya sudah membaca surah ke 8 …. nampaknya bakal lama. sambil jalan saya akan mulai sebuah pertanyaan ….

1) apa kait terkait antara Isa Almasih tentang hari kiamat?

2) kedua bisakah sodara menjelaskan konsep kun faya kun dalam ilmu kalam, sebab konsep ini erat kaitannya dengan keberadaan Isa,

3) Isa dalam Islam apakah dia mati atau diangkat ke sorga ketika para penganiaya nya mengejar dirinya dan memalsukan dengan orang lain yang mirip dirinya?

terima kasih.

Id Amor menjawab,26 April 2009

pertanyaan no 1.

1) apa kait terkait antara Isa Almasih tentang hari kiamat?

kalau tidak salah sdr Amosart ingin mengaitkan dengan Qs 43 :61.

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

[43:61] Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

salah satu ayat favorit bagi misionaris, sehingga sering dikutip , yang perlu kita ingat perlu memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya

وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلاً إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ

[43:57] Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.

وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلاً بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

[43:58] Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar

إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلاً لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ

[43:59] Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni’mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail

وَلَوْ نَشَاء لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ

[43:60] Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

[43:61] Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

[43:62] Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

وَلَمَّا جَاء عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُم بِالْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

[43:63] Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat1365 dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

[43:64 Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.

yang sering disalahgunakan adalah terjemahan

1 .memberitahukan pengetahuan tentang hari Kiamat

2 .dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

bahkan ayat ini sering dikaitkan dengan salah satu ayat al-fatihah

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

tetapi kutipan-kutipan misionaris bersifat cari pembenaran bukan kebenaran, kalau memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya

soal memberitahukan hari kiamat ,adalah mengajarkan kepada pada pengikutnya tentang hari pembalasan / yaumil akhir . tentang kapan terjadinya hanya Allah yang tahu

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ تَأْتِيكُمْ إِلاَّ بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللّهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

[7:187] Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

penegasan semacam ini tidak hanya didalam al-qur’an tetapi di alkitab yang diyakini oleh para misionaris juga menekankan hal yang sama

24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

pertanyaan no 2

2) kedua bisakah sodara menjelaskan konsep kun faya kun dalam ilmu kalam, sebab konsep ini erat kaitannya dengan keberadaan Isa,

mungkin berkaitan ayat ini

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

[3:47] Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

untuk mengenai kun fayakun tidak hanya dikhususkan kepada Isa as saja tetapi Kalau Allah menginginkan sesuatu bisa , bisa kita lihat ayat-ayat ini

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

[2:117] Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِالْحَقِّ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّوَرِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

[6:73] Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

dan Penciptaan Isa tidak jauh berbeda dengan penciptaan Adam

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

[3:59] Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

Pertanyaan no 3

3) Isa dalam Islam apakah dia mati atau diangkat ke sorga ketika para penganiaya nya mengejar dirinya dan memalsukan dengan orang lain yang mirip dirinya?

pertanyaan sdr Mosart2009 ini sepertinya sangat berkaitan erat dengan Qs 4:157

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً

waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha ‘iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min ‘ilmin illaa ittibaa’a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan

[4:157] dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah378″, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

1. Yahudi gagal membunuh Isa as

2. Yahudi gagal menyalibnya (ada yang memahami secara harfiah,ada pula yang memahami salib secara maknawiyah

3. tentang siapa sesungguhnya yang dibunuh,hanya berdasarkan prasangka belaka

kemudian menjawab subtansi pertanyaan amosart2009 yang secara spesifik waktunya (lihat pertanyaan amosart yang amor bold) ,maka jawaban amor

saat itu Isa as tidak mati , tetapi diselamatkan oleh Allah

Tanggapan Amosart2009,26 April 2009

rekan-rekan semua. sebelumnya kembali saya menegaskan. saya tidak hendak melakukan perbandingan agama, karena jelas akan berbeda dalam penafsiran. saya hanya mau bertanya dan menggali tentang Isa Almasih menurut Al perspektif Al Quran saja dan hanya mendiskusikannya menurut teologi atau ilmu kalam Islam saja.

Saya melihat, mendengar di kalangan umat Islam sendiri ada pemahaman yang kabur atau sepotong-sepotong tentang siapa sebenarnya Isa Al masih menurut Al Quran, sehingga lewat forum ini dapat diperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang Isa Almasih menurut Al Quran.

Selama saya membaca kurang lebih hingga Surah ke delapan, ada banyak sekali disebutkan tentang orang-orang yang mempermainkan ayat-ayat, memperjualbelikan ayat-ayat dengan murah, memutarbalikkan kebenaran kitab, semoga dalam telaah ini kita tidak menjadi bagian orang-orang yang menurut kitab suci Al Quran adalah penerima azhab yang memedihkan tersebut. Jadi saya yakin bahwa rekan-rekan forum lebih memahami makna itu sehingga kita mau melakukan telaah yang jujur dan hanya tunduk kepada otoritas hukum Islam sendiri yakni kalimat-kalimat Allah yang tertulis dalam Al Quran.

Satu ayat lain yang terbaca dalam pembacaan saya adalah orang yang berlaku khianat. Saya sangat gentar mendengar ayat tersebut. Sehingga saya harus benar-benar membersihkan hati saya di hadapan Allah untuk benar-benar melakukan diskusi dengan hati yang lurus yakni hanya menggali kebenaran tentang Isa Almasih dalam konteks Islam tanpa ada maksud yang tersembunyi, sebab sekali lagi ayat yang seperti ini bertebaran dalam kitab suci Al Quran …bahwa Allah tahu apa yang ada di hati manusia, sehingga tiada yang tersembunyi baginya, meskipun kita mencoba untuk menyembunyikannya, dan seolah-olah melakukan kebaikan, dan akan memberikan pembalasan yang setimpal di hari pembalasan.

Saya harap ini akan menjadi sebuah semangat diskusi kita dalam thread ini untuk mengetahui kebenaran yang menyeluruh tentang Isa Almasih menurut kitab Suci Al Quran.

Tanggapan balik Id amor,26 April 2009

terima kasih atas penjelasannya ini, dan sebelumnya amor mohon maaf kalau penjelasan sebelumnya sedikit menyinggung soal perilaku ‘misionaris’ yang suka menggunakan ayat al-qur’an sebagai pembenar mereka.

dan soal ingin mendapatkan pemahaman menyeluruh

ada yang harus senantiasa kita ingat bahwa kebenaran sejati hanya milik Allah swt.

dengan kata yang tahu pasti 100 % hanya Allah, dan sebagai manusia kita harus tahu diri dan senantiasa untuk selalu mendekatkan diri..kepada Allah swt

maka karena itulah para Ulama besar yang begitu luas ilmunya, begitu tinggi keimanannya, dan begitu mendalam analisanya memberikan contoh sikap kerendahan hati , dalam menjelaskan tentang ayat-ayat Al qur’an mereka menyebut dengan tafsir.

karena perasaan merasa tahu makna ayat yang sesungguhnya bisa memunculkan penyakit yang sangat berbahaya,yaitu kesombongan.

suka meninggikan diri (kelompok) sendiri dan merendahkan orang (kelompok ) lain

Amosart2009

terima kasih untuk semua penjelasan rekan-rekan di atas. semoga thread ini akan terus berlanjut.

saya harap dalam postingan selanjutanya saya akan mulai menuliskan hasil penggalian saya.

sama-sama bro, atas keseriusannya dalam diskusi ini…

dan saya yakin rekan-rekan MQ juga menunggu hasil dari ‘penggalian anda’ semoga bisa menjadi bahan diskusi diantara kita

mungkin ini dahulu saja respon amor

wassalam

id amor

Amosart2009 melanjutkan :

1 Isa as adalah hamba Allah dan salah satu Rasul / utusan Allah

2. Isa as diberi beberapa mukjizat

3. kelahirannya kabar gembira untuk maryam / ibunya, dan salah satu tanda kekuasaaan Allah

4. diperkuat dengan ruhul kudus

5. pengikutnya dilarang keras bersikap melampaui batas dalam memposikannya,salah satu sikap melampaui batas adalah menganggap ia salah satu ‘tiga pribadi’ TUhan

6. melaknati orang kafir dari bani Israel

7. diberikan wahyu kepadanya yang kemudian dinamai Injil

saya juga sudah menambahkan beberapa isu:

8. Isa dalam kaitan sebagai saksi di hari kiamat

9. keberadaan Isa terkait kalimat kun fayakun (hanya tiga kejadian di mana Allah menggunakan kalimat ini yakni penciptaan dunia, datang Al Quran, dan proses pembenihan Isa Almasih).

10 Pertanyaan saya Isa wafat atau diangkat ke sorga? Mana yang sesuai di dalam Al Quran.

saya berharap bisa memuli pembahasan dari beberapa ringkasan ini agar saya dapat mulai mempelajari yang saya harapan dapat peoleh dalam forum ini. Jangan kita jawab semua. ditail satu persatu mungkin lebih baik bagi saya untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas. bolehlah kita mulai dari nomor

1. Isa as adalah hamba Allah dan salah satu Rasul / utusan Allah

apa pengertian rasul dalam konteks Isa? dan apa fungsi seorang rasul menurut kitab suci Al Quran? Apakah nabi dengan rasul sama?

Tanggapan Id amor

sorry bro, amor langsung akan komentari dulu point tambahan dari anda

8. Isa dalam kaitan sebagai saksi di hari kiamat

untuk masalah ini tidak hanya khusus Isa as saja yang akan menjadi saksi dihari Kiamat,tetapi para Rasul-Rasul Allah juga akan menjadi saksi juga dihari Kiamat

bisa kita baca di QS Al mu’min 51

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

innaa lananshuru rusulanaa waalladziina aamanuu fii alhayaati alddunyaa wayawma yaquumu al-asyhaadu

[40:51] Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلاَّ عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللّهُ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

wakadzaalika ja’alnaakum ummatan wasathan litakuunuu syuhadaa-a ‘alaa alnnaasi wayakuuna alrrasuulu ‘alaykum syahiidan wamaa ja’alnaa alqiblata allatii kunta ‘alayhaa illaa lina’lama man yattabi’u alrrasuula mimman yanqalibu ‘alaa ‘aqibayhi wa-in kaanat lakabiiratan illaa ‘alaa alladziina hadaa allaahu wamaa kaana allaahu liyudhii’a iimaanakum inna allaaha bialnnaasi larauufun rahiimun

[2:143] Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيداً

fakayfa idzaa ji/naa min kulli ummatin bisyahiidin waji/naa bika ‘alaa haaulaa-i syahiidaan

audio[4:41] Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu299).

9. keberadaan Isa terkait kalimat kun fayakun (hanya tiga kejadian di mana Allah menggunakan kalimat ini yakni penciptaan dunia, datang Al Quran, dan proses pembenihan Isa Almasih).

point ini sama dengan pertanyaan no 2 sebelumnya

dan yang perlu diingat kembali ayat ini bahwa Allah menggunakan kalimat ini yakni penciptaan dunia, tidak hanya kepada 3 kejadian saja, tetapi apapun kalau menginginkan

[7:175] Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

maa kaana lillaahi an yattakhidza min waladin subhaanahu idzaa qadaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuunu

[19:35] Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

innamaa amruhu idzaa araada syay-an an yaquula lahu kun fayakuunu

audio[36:82] Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.

هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ فَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

huwa alladzii yuhyii wayumiitu fa-idzaa qadaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuunu

[40:68] Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

dan Penciptaan Isa tidak jauh berbeda dengan penciptaan Adam

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

[3:59] Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

jadi dengan ayat-ayat diatas tidak bisa kalau dianggap hanya untuk 3 kejadian

10 Pertanyaan saya Isa wafat atau diangkat ke sorga? Mana yang sesuai di dalam Al Quran.

untuk no 10 ini hampir mirip dengan pertanyaan no 3 tetapi kalau pertanyaan no 3 lebih spesifik waktunya sedangkan point 10 ini tidak spesifik

yang jelas Isa as Wafat

dalil pertama

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً مَّا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

maa qultu lahum illaa maa amartanii bihi ani u’buduu allaaha rabbii warabbakum wakuntu ‘alayhim syahiidan maa dumtu fiihim falammaa tawaffaytanii kunta anta alrraqiiba ‘alayhim wa-anta ‘alaa kulli syay-in syahiidun

[5:117] Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

dalil kedua

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

idz qaala allaahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika waraafi’uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa’ilu alladziina ittaba’uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji’ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna

[3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

dalil ketiga

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

wamaa ja’alnaa libasyarin min qablika alkhulda afa-in mitta fahumu alkhaaliduuna

[21:34] Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

Amosart 2009 menulis

bisakah anda menjelaskan:

157. dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. 4:157) Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4:158)bisakah rekan id amor menjelaskan makna kata Allah telah mengangkat Isa kepadaNya? Apakah seperti diangkat dari kerumunan pembunuh ke atas (sorga) atau ada pengertian lain? (mohon diikuti dalil jika ada telaah teks bahasa arab akan sangat membantu –> bal rafa’ahu allaahu ilayhi wakaana allaahu ‘aziizan hakiimaan).

Id Amor menjawab :

subtansi pertanyaan anda adalah soal رَّفَعَهُ (rafa’ahu)

kata rafa’a muncul beberapa kali didalam al-qur’an,selain di Qs An nisa 158

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِن بَعْدِهِم مِّن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَـكِنِ اخْتَلَفُواْ فَمِنْهُم مَّنْ آمَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا اقْتَتَلُواْ وَلَـكِنَّ اللّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

tilka alrrusulu fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin minhum man kallama allaahu warafa’a ba’dhahum darajaatin waaataynaa ‘iisaa ibna maryama albayyinaati wa-ayyadnaahu biruuhi alqudusi walaw syaa-a allaahu maa iqtatala alladziina min ba’dihim min ba’di maa jaa-at-humu albayyinaatu walaakini ikhtalafuu faminhum man aamana waminhum man kafara walaw syaa-a allaahu maa iqtataluu walaakinna allaaha yaf’alu maa yuriidu

[2:253] Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya158 beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ‘Isa putera Maryam beberapa mu’jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus159. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada diantara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

wahuwa alladzii ja’alakum khalaa-ifa al-ardhi warafa’a ba’dhakum fawqa ba’dhin darajaatin liyabluwakum fii maa aataakum inna rabbaka sarii’u al’iqaabi wa-innahu laghafuurun rahiimun

6:165] Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّواْ لَهُ سُجَّداً وَقَالَ يَا أَبَتِ هَـذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّاً وَقَدْ أَحْسَنَ بَي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاء بِكُم مِّنَ الْبَدْوِ مِن بَعْدِ أَن نَّزغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

warafa’a abawayhi ‘alaa al’arsyi wakharruu lahu sujjadan waqaala yaa abati haadzaa ta/wiilu ru/yaaya min qablu qad ja’alahaa rabbii haqqan waqad ahsana bii idz akhrajanii mina alssijni wajaa-a bikum mina albadwi min ba’di an nazagha alsysyaythaanu baynii wabayna ikhwatii inna rabbii lathiifun limaa yasyaau innahu huwa al’aliimu alhakiimu

[12:100] Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud763 kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

allaahu alladzii rafa’a alssamaawaati bighayri ‘amadin tarawnahaa tsumma istawaa ‘alaa al’arsyi wasakhkhara alsysyamsa waalqamara kullun yajrii li-ajalin musamman yudabbiru al-amra yufashshilu al-aayaati la’allakum biliqaa-i rabbikum tuuqinuuna

[13:2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

وَالسَّمَاء رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ

waalssamaa-a rafa’ahaa wawadha’a almiizaana

audio[55:7] Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا

rafa’a samkahaa fasawwaahaa

[79:28] Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya

jadi dengan melihat ayat-ayat lain tentang rafa’a di ayat-ayat Al qur’an semoga ini bisa memudahkan kita untuk memahaminya.

bahwa رَّفَعَهُ (rafa’ahu), bukan bermakna mengangkat ditengah kerumunan tetapi mengangkat kehormatan atau harkat spiritualnya, sebagaimana seperti para Nabi lainnya (lihat kembali Qs 2:253)


Dan membahas Qs 4:158 tentang Isa as yang diangkat,maka perlu juga kita membahas ayat ini pula

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

idz qaala allaahu yaa ‘iisaa innii mutawaffiika waraafi’uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu wajaa’ilu alladziina ittaba’uuka fawqa alladziina kafaruu ilaa yawmi alqiyaamati tsumma ilayya marji’ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuuna

audio[3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

untuk masalah tersebut amor akan kutipkan dari Tafsir Al Azhar dari Buya Hamka QS 3:52-58

فَلَمَّا أَحَسَّ عيسى‏ مِنْهُمُ الْكُفْرَ

“Maka tatkala telah terasa oleh Isa kekafiran mereka.” (pangkal ayat 52).

Segala seruannya dibantah dan ditolak, segala mu’jizat yang telah beliau perlihatkan hanya menambah keingkaran mereka belaka.

قالَ مَنْ أَنْصاري إِلَى اللهِ

“Berkatakan dia: siapakah yang akan menolongku pada Allah?”

Yaitu siapakah kiranya yang akan sudi menolong dan membelaku di dalam menegakkan Jalan Allah ini ?

قالَ الْحَوارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصارُ اللهِ

`Menjawablah Hawariyun: Kamilah penalong-penolong Allah!”

Artinya, kamilah yang akan berdiri di samping engkau, wahai Almasih, membela engkau di dalam menegakkan Jalan Allah itu.

آمَنَّا بِاللهِ وَ اشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Kami percaya kepada Allah dan kami naik saksi bahwa kami ini adalah menyerahkan diri:” (ujung ayat 52).

Siapakah yang akan sudi berkorban, meninggalkan kepentingan lain untuk menegakkan kehendak Allah? Siapa yang sudi menderita karena menegakkan kebenaran? Kadang-kadang terpisah dari keluarga yang dikasihi, kampung halaman dan kesukaan-kesukaan yang lain? Hawari telah menjawab bahwa mereka telah menyediakan diri untuk itu. Hawari ialah gelar kemuliaan yang diberikan kepada pemuda-pemuda yang telah menyediakan jiwa raga untuk membela Almasih karena kesucian ajarannya. Menurut cara sekarangnya ialah kader-kader pilihan yang telah tahan ditempa. Al-Qur’an tidak menjelaskan berapa bilangan mereka. Yang mengatakan bahwa bilangan mereka adalah 12 orang, 13 orang dengan Yudas yang mengkhianati beliau, lalu diganti dengan yang lain, adalah Injil-injil catatan orang Kristen. Hawari itu telah menyatakan iman kepada Allah dan telah menyerahkan diri, dan taat kepada Isa, walaupun apa penderitaan yang akan mereka tangguhkan. Sebagaimana diketahui bagi penyerahan diri yang sungguh-sungguh itu tidak ada kata lain melainkan Islam dan orang-orangnya ialah Muslimin.

رَبَّنا آمَنَّا بِما أَنْزَلْتَ

Ya Tuhan kami! Kami telah percaya kepada apa yang Engkau turunkan.” (pangkal ayat 53)

Kami telah percaya kepada wahyu­wahyu itu ataupun mu’jizat-mu’jizat itu. Satu pun tidak ada yang kami bantah atau mungkiri lagi.

وَ اتَّبَعْنَا الرَّسُولَ

“Dan kami pun telah mengikut Rasul itu.”

Yaitu Isa Almasih. Segala jejak-langkahnya telah kami ikuti, perintah Engkau yang disampaikannya telah kami junjung tinggi:

فَاكْتُبْنا مَعَ الشَّاهِدينَ

“Sebab itu tuliskanlah kiranya kami bersama-sama orang­orang yang telah menyaksikan.” (ujung ayat 53).

Masukkanlah kami dalam dafrar orang-orang yang setia kepada Engkau, ya Ilahi. Karena segenap kehidupan kami ini telah kami sediakan buat Engkau, untuk mennegakkan jalan Engkau.

Demikianlah tiap-tiap Nabi mempunyai pembela, di samping orang-orang yang menolak dan menentang dia. Seperti pada Nabi Muhammad saw. dan para sahabat Muhajirin dan Anshar, bahkan ada yang bergelar Hawaii pula, yaitu Zubair bin Awwam, termasuk dalam sepuluh sahabat yang istimewa, maka Nabi Isa Almasih mempunyai Hawari seperti tersebut itu. Nabi Isa Almasih tidak sanggup menyusun kekuatan bersenjata seperti Nabi Muhammad saw. karena beliau menghadapi dua kekuatan, pertama pemerintahan yang dipegang oleh Bangsa Romawi yang kuat di masa itu, kedua kaumnya sendiri Bani Israil, yang kadang­kadang lebih suka mengambil-ambil muka kepada penguasa bangsa Romawi itu daripada menerima seruan Isa. Di saat yang begitulah amat penting pengikut setia yang sudi mengorbankan segala­galanya, walau jiwa sekalipun.

وَمَكَرُوا

“Dan mereka telah membuat tipudaya.” (pangkal ayat 54).

Yaitu kaum Nabi Isa as, yang tidak mau percaya kepada risalat beliau itu, kaum Bani Israil. Mereka telah mengatur siasat-siasat yang buruk hendak menyingkirkan Nabi Isa Almasih dari muka bumi, tegasnya hendak membunuh beliau.

وَ مَكَرَ اللهُ

“Tetapi Allahpun telah menipudaya pula.”

Artinya tipudaya mereka yang busuk itu, hendak membunuh seorang Utusan Allah telah dibalas oleh Allah dengan tipudayaNya pula. Tipudaya si kafir dengan jalan yang jahat dan maksud yang jahat, sedang tipudaya Allah tidak lain daripada jalan yang baik dan maksud yang baik, sehingga Nabi Isa Almasih terlepaslah dari bahaya tipudaya mereka itu. Itu sebabnya maka tersebut di ujung ayat:

وَ اللهُ خَيْرُ الْماكِرينَ

“dan Allah adalah sepandai pandai (pembalas) tipudaya.” (ujung ayat 54).

Kalau manusia yang mempunyai maksud buruk mengadakan tipudaya agar maksud buruknya itu tercapai, maka Tuhan pun lebih pandai mengadakan tipudaya dengan maksudNya yang baik, sehingga kalahlah maksud tipudaya mereka itu oleh tipudaya Tuhan. Dengan ini nyatalah kalau di dalam al-Qur’an tersebut Tuhan membalas tipudaya manusia yang salah, bukanlah berarti Tuhan mengadakan tipudaya yang buruk seperti manusia yang bermaksud jahat itu.

Pada ayat selanjutnya diterangkan Tuhanlah bagaimana pandainya Dia menjawab tipudaya manusia yang jahat itu terhadap Nabi Isa Almasih Alaihis Salam, sehingga beliau terlepas dari bahaya maut yang telah mereka atur, yaitu supaya Nabi Isa hendaknya mati disalib.

إِذْ قالَ اللهُ يا عيسى‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا

“(Ingadah) tatkala Allah berkata: Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir ” (pangkal ayat 55).

Artinya yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Almasih mati dihukum bunuh, seperti yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil. Tetapi Nabi Isa Almasih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya, dan bersihlah diri beliau dari gangguan orang yang kafir-kafir itu.

Kata mutawwafika telah kita artikan menurut logatnya yang terpakai arti asal itu diambillah arti mematikan, sehingga wafat berarti mati, mewafatkan ialah mematikan. Apatah lagi bertambah kuat arti wafat ialah mati, mewafatkan ialah mematikan itu karena banyaknya bertemu dalam al-Qur’an ayat-ayat, yang disana disebutkan tawaffa, tawaffahumul-malaikatu, yang semuanya itu bukan menurut arti asal yaitu mengambil sempurna ambil, melainkan berati mati. Sehingga sampai kepada pemakaian bahasa yang umum jarang sekali diartikan wafat dengan ambil, tetapi pada umumnya diartikan mati juga.

Maka dari itu arti yang lebih dahulu dapat langsung difahamkan, apabila kita membaca ayat ini ialah: “Wahai Isa, Aku akan mematikan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada tipudaya orang yang kafir.”

Dia akan diangkat ke sisi Tuhan, ialah sebagai Nabi Idris yang diangkat derajatnya ke tempat yag tinggi, sebagai tersebut di dalam Surat Maryam (Surat 19 ayat 53). Seperti juga orang yang mati syahid di dalam Surat ali Imran ini juga ayat 169, dikatakan bahwa dia tetap hidup.

Tetapi meskipun demikian arti ayat ini yang mula-mula masuk langsung ke dalam pikiran setelah membacanya, namun dalam penafsirannya telah terjadi perselisihan pendapat atau khilafiyah yang panjang di antara ahli-ahli tafsir. Satu golongan besar ahli tafsir mengatakan bahwa arti ayat bukanlah sebagai yang mula-mula difahamkan itu. Tetapi inni mutawaffika artinya ialah sesungguhnya Aku akan mengambil engkau, jadi bukan berarti sesungguhnya Aku akan mematikan engkau. Tegasnya Nabi Isa Alaihis-Salam, tubuh dan rohnya dalam hidup-hidup diambil Tuhan dari alam ini warafi’uka ilayya dan mengangkat engkau kepadaKu, artinya sesudah beliau diambil dari dunia ini lalu diangkat ke langit hidup-hidup. Di langit itulah beliau sampai sekarang ini, dan di akhir zaman akan turun kembali ke dunia membunuh Dajjal.

Golongan ini menafsirkan demikian karena memang bertemu beberapa Hadits yang menerangkan bahwa di akhir Zaman Nabi Isa akan turun ke dunia kembali. Malahan mereka mengeluarkan pendapat bahwasanya ulama-ulama sejak zaman dahulu telah ijma mengatakan bahwa Nabi Isa telah diangkat ke langit, dan kelak dekat-dekat akan kiamat dia akan turun ke dunia membunuh babi dan menghancurkan salib.

Dan alasan mereka pula, ketika Nabi Muhammad saw. mi’raj, beliau bertemu Nabi Isa bersama Nabi Yahya. Tetapi oleh karena di dalam Agama Islam benar-benar ada kebebasan pikiran di dalam menafsirkan ayat-ayat Tuhan, meskipun yang menafsirkan demikian itu golongan besar yang disebut dalam istilah berita dengan jumhur; (hanya sekali) dan ada yang mengatakan bahwa faham menafsirkan itu telah ijma’, telah sama pendapat seluruh ulama, namun yang mengeluarkan pendapat berbeda sangat dengan tafsiran itu telah timbul pula.

Al-Alusi di dalam tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma’ani, setelah memberikan keterangan beberapa pendapat tentang arti mutawwafika, akhirnya menyatakan pendapatnya sendiri bahwa artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalika) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.Dan beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi’uka ilayya, dan mengangkat engkau kepadaKu , telah mengangkat derajat beliau , memuliakan beliau, mendudukkan beliau, di tempat yang tinggi, yaitu roh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya.

Lalu al-Alusi mengemukakan beberapa kata rafa’a yang berarti “angkat” itu terdapat pula dalam beberapa ayat dalam al-Qur’an yang tiada lain artinya daripada mengangkat kemuliaan rohani sesudah meninggal.

Syaikh Muhammad Abduh menerangkan tentang tafsir ayat ini demikian: Ulama di dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama dan yang masyhur ialah bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup, dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum di antara manusia dengan syariat kita. Dan kata beliau seterusnya: ” …….Dan jalan penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa’a(angkat), ialah rohnya diangkat sesudah beliau mati.

Dan kata beliau pula: ” Golongan yang mengambil tafsir cara yang kedua ini terhadap hadits-hadits yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan dua kesimpulan (takhrij). Kesimpulan pertama: Hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut-paut dengan soal i’tikad (kepercayaan) sedang soal-soal yang bersangkutan dengan kepercayaan tidaklah dapat diambil kalau tidak qath’i (tegas). Padahal dalam perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir.”

Kemudian beliau terangkan pula takhrij golongan kedua ini tentang nuzul Isa (akan turun Nabi Isa di akhir zaman) itu. Menurut golongan ini kata beliau turunnya Isa bukanlah turun tubuhnya, tetapi akan datang masanya pengajaran Isa yang asli , bahwa intisari pelajaran beliau yang penuh rahmat, cinta dan damai dan mengambil maksud pokok dari syariat, bukan hanya semata-mata menang kulit, yang sangat beliau cela pada perbuatan kaum Yahudi seketika beliau datang dahulu, akan bangkit kembali.” Demikianlah keterangan Syaikh Muhammad Abduh. (Tafsiral-Manar, jilid III, 317, cet. ke 3.)

Sayid Rasyid Ridha pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia. Bunyi pertanyaan: “Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Di mana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat tuan tentang ayat inni mutawwaffika wa rafi’uka ? Kalau memang dia sekarang masih hidup, seperti di dunia ini, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani ­haiwani itu ? Sebagaimana yang telah menjadi Sunnatullah atas makhlukNya ? “

Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat-­pendapat ahli tafsir tentang ayat yang ditanyakan ini, mengambil kesimpulan: “Jumlah kata, tidaklah ada nash yang sharih (tegas) di dalam al-Qur’an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup di sana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang makan beliau sehari-hari.

Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah akidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini dalam kalangan kaum Muslimin.”

Lalu beliau teruskan lagi: “Masalah ini adalah masalah khilafiyah sampaipun tentang masih diangkat ke langit dengan roh dan badannya itu.”

Dan berkata pula Syaikh Mustafa al-Maraghi, Syaikh Jami al-Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa as. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya.

Adapun sabda Tuhan mengatakan: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada orang-or­ang yang kafir itu!” Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirlah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris as. dikatakan Tuhan: “dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga.

Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani akidah itu tidaklah kafir dari Syariat Islam.”

Berkata pula Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Jami’ Al-Azhar (meninggal tahun 1963), tentang hadits-hadits bahwa Nabi sa akan turun Demikian kata beliau: “Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafaznya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau-balauan ini dijelaskan benar-benar oleh Ulama Hadits. Dan di atas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbih dan Ka’ab al-Ahbar, keduanya itu ialah ahlul-kitab yang kemudian memeluk Islam, dan sudahlah dikenal derajat keduanya dalam penilaian ahli-ahli jarh dan ta di/(ahli penyelidik nilai Hadits).

Meskipun Hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun ada pula, apabila Hadits itu shahih, namun dia adalah Had its Ahad. Dan Ulama telah ijma’ bahwasanya hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar akidah dan tidak sah dipegang dalam urusan-urusan yang ghaib.

Tentang Nabi Muhammad s.a.w bertemu Nabi Isa dan Yahya ketika Mi’raj, bukanlah alasan yang kuat buat membuktikan bahwa Isa as. hidup di langit, tetapi itu hanyalah pertemuan kerohanian belaka, bukan pertemuan tubuh. Keterangan tentang ini dapat dilihat dalam kitab Fathul-Bari dan Zadul Ma ad.

Akhirnya Syaikh Syaltout menutup fatwanya demikian:

01 – Tidak ada dalam al-Qur’an yang mulia dan tidak pula dalam Sunnah yang suci suatu alasan yang jitu, yang baik untuk dijadikan dasar akidah, yang dapat menimbulkan ketenteraman dalam hati bahwasanya Isa diangkat ke langit dengan tubuhnya, dan sampai sekarang dia masih hidup di langit dan bahwa dia akan turun ke bumi di akhir zaman.

02 – Kesimpulan yang diperdapat daripada ayat yang berkenaan dengan soal ini ialah bahwa Allah menjanjikan kepada Isa bahwa Dia akan mewafatkannya menurut ajalnya, dan mengangkatnya daripada tipudaya orang yang kafir, dan bahwa janji Tuhan ini memang telah terjadi, maka tidaklah dia mati dibunuh oleh musuh-musuhnya dan tidaklah dia disalibkan, tetapi disempurnakan Allah ajalnya dan diangkat derajatnya.

03 – Barangsiapa yang tidak percaya bahwa Isa telah diangkat dengan tubuhnya ke langit dan bahwa dia mengingkari dalil yang qath’i (jelas dan nyata), maka tidaklah dia keluar dari Islam dan Iman, dan tidaklah boleh dia dihukum murtad, bahkan dia Mus­lim dan Mu’min, disembahyangkan seperti menyembahyangkan orang beriman yang lain, dikuburkan di pekuburan orang mu’min, dan tidak rusak imannya di sisi Allah. Dan Allah terhadap hambaNya adalah,Maha Tahu, lagi memandang.

Sekian kita salinkan pendapat Syaikh Syaltout dalam kitab al-Fatawa beliau (cetakan AI-Azhar tahun 1959).

Adapun ulama Indonesia yang menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdul Karim Amrullah di dalam bukunya al-Qaulush-Shahih, pada tahun 1924. Beliaupun menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yang dibawa ke langit.

Demkianlah, oleh karena al-Qur’an selalu terbuka buat difahamkan, meskipun golongan yang menafsirkan ayat ini bahwa Nabi Isa diangkat dengan tubuhnya ke langit disebutkan jumhur, tidaklah tertutup pintu buat menilai pokok pendirian orang yang menafsirkan ayat menurut lahirnya itu, sehingga mungkin di satu waktu, tafsiran jumhur itu hanyalah sebagai catatan saja, bahwa pernah banyak orang menafsirkan demikian, tetapi tafsir yang kedua diterima oleh pendapat umum.

Kaum Ahmadiyah untuk menguatkan pendiriannya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi, dan dialah Nabi Isa Almasih yang dijanjikan akan turun di akhir zaman itu, maka merekapun menguatkan pendapat bahwa Nabi Isa telah mati. Mereka mau berdebat bertukar fikiran berhari-hari bermalam-malam untuk mempertahankan pendirian bahwa Nabi Isa Almasih telah mati dan bukanlah diangkat ke langit dengan tubuhnya dan nyawanya.

Maka jika ada orang yang berpendapat bahwa Nabi Isa Almasih telah mati, bukan tubuh dan nyawanya yang diangkat ke langit, bukanlah berarti bahwa orang itu telah menganut faham Ahmadiyah. Syaikh Muhammad Abduh, Sayid Rasyid Ridha, Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi dan Syaikh Mahmud Syaltout dan guru serta ayah saya Dr, Syaikh Abdul Karim Amrullah bukanlah orang Ahmadiyah, malahan mereka itu menolak keras akidah Ahmadiyah yang mematikan Al-masih untuk melapangkan jalan bagi menghidupkan Mirza Ghulam Ahmad buat menggantikan tempat Nabi Isa menjadi Almasih.Kemudian datanglah lanjutan ayat:

وَ جاعِلُ الَّذينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذينَ كَفَرُوا إِلى‏ يَوْمِ الْقِيامَةِ

“Dan akan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau lebih atas dan orang-orang yang kafir itu sampai hari kiamat”

Artinya, bahwasanya orang-orang yang teguh memegang ajaran Nabi Isa Almasih yang asli, yaitu tauhid, akan tetap lebih atas karena kebenarannya tidak dapat dijatuhkan, dan kepercayaan-kepercayaan yang kuat itu kian lama kian hilang pasarannya dari muka bumi ini. Pengetahuan manusia akan bertambah maju. Kemajuan pengetahuan akhir-kelaknya tidaklah akan sampai kepada mengatakan bahwa Allah itu bertiga dalam satu dan satu dalam tiga. Bertambah orang menyelidiki kebenaran dan suka membebaskan dirinya dari paksaan taqlid kepada pemimpin agama dan pendeta, bertambahlah akan nampak kemenangan orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran dalam dunia ini. Sebab Allah itu sendiri adalah kebenaran: Al-Haq.

ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ

“Maka kepada Akulah tempat kamu kembali.”

Artinya, meskipun betapa perselisihan dan pertengkaran, yang satu mengatakan dia saja yang benar dan yang lain tidak mau menerima jika semuanya akan kembali kepadaNya, untuk mempertanggungjawabkan segala keyakinan dan anutan kita pada masa hidup di dunia yang fana ini:

فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فيما كُنْتُمْ فيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Maka akan Aku putuskan nanti antara kamu, dari hal apa-apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu.” (ujung ayat 55).

Ujung ayat ini sangatlah dalam artinya bagi mendidik kita di dalam menempuh pergolakan hidup. Adalah satu kenyataan bahwa kita telah terdiri dari berbagai golongan. Kadang-kadang kita bertengkar dan bertukar fikiran, kadang-kadang berebut pasaran dan pengaruh. Sehingga lantaran bertengkar kadang-kadang kita lupa akan kewajiban kita yang sebenarnya, yaitu mengabdikan diri kepada Tuhan. Lupa bahwa hidup di dunia fana yang pendek ini hendaklah diisi dengan amal yang baik, jasa yang berguna, ilmu yang berfaedah. Ujung ayat memberi ingat, janganlah terlalu banyak berselisih di antara kamu.

Kalau kamu merasa bahwa agamamulah atau ajaran kamulah yang paling benar, cobalah kerjakan dan amalkan dengan baik. Kalau waktu hanya kamu habiskan dengan bertengkar, niscaya amalan akan terbengkalai dan umurmu habis percuma, sedang yang kamu banggakan dengan mulutmu tidak membekas dalam amalmu. Di muka Allah nanti, di hadapan Qadhi Yang Maha Adil, segala yang kamu perselisihkan akan diselesaikan sendiri oleh Allah.

فَأَمَّا الَّذينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذاباً شَديداً فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ

” Maka adapun orang-orang yang kafir itu , maka akan Aku siksalah mereka dengan siksaan yang sangat di dunia dan di akhirat” (pangkal ayat 56).

Di dalam ayat ini nampak bahwasanya ajaran agama bukanlah semata-mata untuk keselamatan akhirat saja. Bahkan terlebih dahulu siksaan dunia akan dirasainya. Di dalam Ilmu Akhlak diterangkan betapa hidup yang lurus di dunia ini, dengan kebersihan akhlak, moral dan mental. Tanggungjawab kepada Allah dan tanggungjawab kepada sesama manusia. Kufur, tidak mau percaya kepada Allah sebagai unit, sebagai pusat dan pokok pangkal tempat bertolak di dalam hidup, akan menyebabkan hidup itu sendiri penuh dengan siksaan. Kekayaan, pangkat danjabatan yang tinggi, harta-benda yang melimpah-limpah dan kekuasaan yang dirasai tidak berbatas, tidaklah akan dapat menolong menyelubungi siksaan batin karena tadinya memilih jalan yang sesat.

Di ayat ini terlebih dahulu diterangkan betapa hebatnya siksaan dunia, baik mengenai diri pribadi atau mengenai kelompok masyarakat. Meskipun yang mula-mula diceritakan ialah kejahatan orang Yahudi yang hendak membunuh Nabi Isa Almasih, dan mereka digagalkan oleh Tuhan, namun dia tidak menjadi pedoman bagi seluruh manusia, bahwasanya menolak kebenaran Allah adalah siksaan, baik siksaan ketika hidup di dunia, ataupun siksaan sesudah mati dalam akfrrat.

وَ ما لَهُمْ مِنْ ناصِرينَ

“Dan tidaklah ada bagi mereka or­ang-orang yang akan menolong.” (ujung ayat 56).

Cobalah kita fikirkan baik-baik, siapakah yang akan dapat menolong kita kalau sekiranya kita sendiri yang dari semula telah memilih jalan salah ? Kita telah menentang Al-Haq (kebenaran), sedang kebenaran itu hanya satu, Allah itu sendiri bernama Kebenaran. Maka siapakah orang lain yang akan sudi menolong kita di dalam menempuh jalan yang di luar kebenaran itu? Padahal kebenaran itu hanya satu? Maka orang kufur menolak kebenaran, akan sepilah jiwanya sendirian dan tidak akan ada orang yang membela dia. Siapa yang akan tampil ke muka membela orang yang salah? , Apatah lagi di akhirat kelak, di tempat yang sega:a sesuatu terpulang kepada Allah.

وَأَمَّا الَّذينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ

Dan adapun orang-orang yang beriman dan mengamalkan perbuatan perbuatan yang shalih, maka akan Dia sempurnakan ganjaran-ganjaran mereka.” (pangkal ayat 57).

Kalau pada ayat yang terdahulu dikatakan bahwa orang yang menolak ajaran Allah akan mendapat siksaan di dunia dan di akhirat, maka orang-orang yang mengerjakan perbuatan­perbuatan yang shalihpun akan diberi Allah ganjaran dengan sempurna, sejak dari dunia sampai ke akhirat. Bila iman telah tumbuh di dalamjiwa, belumlah mereka akan puas kalau itu belum dibuktikan dengan amal. Bilamana satu amal sudah selesai dengan baik, sebab kewajiban yang timbul dari dalam seruan batin telah dilaksanakan. Amal usaha yang banyak memberikan kepuasan di dalam diri sendiri, sebab hidup telah bernilai. Dan kelak di akhirat akan mendapat bahagia lipat-ganda lagi.

Inilah didikan kepada manusia seterusnya, selama alam ini masih terkembang dan selama manusia masih di dalamnya, yaitu supaya manusia lebih banyak menuruti suara hati nuraninya. Jangan memperturutkan hawanafsu. Kalau di zaman dahulunya jangan membunuh nabi-nabi dan jangan menganiaya, baik aniaya terhadap orang lain ataupun terhadap diri sendiri.

وَ اللهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمينَ

“Dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang aniaya.” (ujung ayat 57).

Sebesar-besar aniaya ialah mendustai diri sendiri. Beriman dan beramal shalih sebanyak-banyaknya adalah suara dari hati ­nurani. Hawa nafsu manusia menyebabkan suara hati suci-murni itu mereka bantah atau mereka tekankan saja. Lalu mereka menempuh jalan yang salah, susahlah membebaskan diri dari pengaruhnya. Di situlah timbul aniaya kepada diri sendiri.

Di sini Tuhan memperingatkan bahwa Dia tidak suka kepada orang-or­ang yang aniaya. Ayat ini menjelaskan bahwa kalau kita menganiaya diri, adalah itu di luar kesukaan Allah. Melainkan pilihan kita sendiri. Kalau Tuhan telah menyatakan tidak menyukainya, tandanya kita dilarang mendekat kepada sikap aniaya. Sebab itu tidaklah layak kita berkata bahwa saya ini menjadi orang yang aniaya, karena takdir Tuhan. Mengapa Tuhan akan mentakdirkan perkara yang dilarangNya? Sebab itu kita sendirilah yang hendaknya berusaha menjauhi aniaya.

ذلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ

“Demikianlah telah kami bacakan dia kepada engkau .” (pangkal ayat 58).

Yaitu telah diceritakan betapa Bani Israil, tegasnya Yahudi mencoba segala tipudaya mereka hendak menjerumuskan Isa Almasih ke dalam lembah kesengsaraan, bahkan hendak membunuhnya sekali, karena mereka telah kafir tidak mau menerima Risalat Nabi Isa. Maksud mereka hendak menghinakan beliau tidak tercapai; bahkan Almasih bertambah dimuliakan Tuhan. Mereka hendak membunuh beliau, namun Allah memeliharanya. Dan si penolak kebenaran itu, tidaklah berdaya dalam usahanya, melainkan mendapat kegagalan total. Yang dikisahkan Tuhan kepada Nabi Muhammad saw ini adalah;

مِنَ الْآياتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكيمِ

“Sebahagian dari ayat-ayat dan peringatan yang amat bijaksana.” (ujung ayat 58).

Dijelaskan di ujung ayat ini bahwasanya kisah kemuliaan ini barulah sebahagian kecil saja dari ayat-ayat Allah, yaitu tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Isinyapun ialah satu peringatan bahwasanya kecurangan pasti gagal dan seorang yang dimuliakan 0leh Allah, tidak ada makhluk yang sanggup menghinakannya. Lalu ditekankan di ujung ayat tentang hal bijaksana. Yaitu, kalau kita pelajari dari hanya sebahagian ayat yang dikisahkan Tuhan ini dan kita bandingkan pula kepada kejadian-kcjadian yang lain, akan selalu kelihatan betapa kebijaksanaan Ilahi di dalam mengatur siasatNya. Dan semuanya ini telah disampaikan Tuhan dengan amat halus dan penuh hikmat kebijaksanaan, sehingga terbuka pulalah jalan seluas-luasnya bagi barangsiapa yang hendak menyelidiki jalan sejarah hidup manusia dalam alam dunia ini\

=============================================

Kutip Tulisan Amosart 2009

Dan alasan mereka pula, ketika Nabi Muhammad saw. mi’raj, beliau bertemu Nabi Isa bersama Nabi Yahya. Tetapi oleh karena di dalam Agama Islam benar-benar ada kebebasan pikiran di dalam menafsirkan ayat-ayat Tuhan, meskipun yang menafsirkan demikian itu golongan besar yang disebut dalam istilah berita dengan jumhur; (hanya sekali) dan ada yang mengatakan bahwa faham menafsirkan itu telah ijma’, telah sama pendapat seluruh ulama, namun yang mengeluarkan pendapat berbeda sangat dengan tafsiran itu telah timbul pula.

mengenai Isra Mi’raj semoga artikel ini bisa membantu..

Menjawab Soal Isra’ miraj

baca link ini : http://answering.wordpress.com/2007/07/21/menjawab-soal-isra-miraj/

Amosart menulis

terima kasih rekan id amor atas penjelasan panjang lebar terkait hal ini. pendapat ini sangat membantu saya untuk lebih memahami topik ini.—

pendapat anda tentang belajar islamologi dari perspektif kristiani menghalangi saya untuk melihat isi yang sebenarnya, sehingga saya harus mencari dari perspektif Islam sendiri. sebab dalam hal ini saya tidak hendak menilai tapi mempelajarinya dengan hati yang tulus menerima kebenaran yang diajarkan tentang isa al masih dalam islam. jika tidak tentu kita akan terjebak perdebatan mengenai ketuhanan Isa Almasih dari awal yang menurut saya akan menjadi sebuah diskusi yang absurd dan memaksakan satu sama lain.

Tanggapan Id amor

kalau seandainya amor menyinggung soal islamologi didalam sekolah teologi , bukan bermaksud untuk mengalihkan persoalan untuk membahas masalah ini dari sudut pandang Islam dan Kristen,karena sebelumnya amor tahu anda sudah menegaskan bahwa anda ingin melihat persoalan ini dari sudut pandang Muslim

Amosart menulis :

saya tidak menyangka masuk ke dalam topik yang ternyata cukup rumit. Saya hanya hendak memastikan dalam ayat bentuk kata yang digunakan untuk menjelaskan kata rafa tersebut. apakah ia diangkat hidup-hidup? Sebab jika dia diangkat hidup-hidup saya menemukan ayat lain di mana dia diwafatkan. sehingga penjelasan ini akan bertentangan. Saya baca satu nats lain secara eksplisit bahwa dalam Al Quran bahwa isi nya tidak boleh ada hal yang bertentangan jika ini wahyu Tuhan.

jawaban ringkas sudah amor sampaikan(Baca dialog sebelumnya disini) , tetapi akan amor sampaikan sekali lagi dibawah

Kutip

Relevansi dalam pembahasan ini adalah asumsi saya 100 % Al Quran adalah wahyu Tuhan sehingga bagi saya Al Quran adalah sebuah sumber otentik bagi saya untuk mengenal Isa Al masih dari sudut pandang Islam. Sehingga penjelasan lain yang tidak tertulis secara langsung dalam Al Quran bagi saya sulit untuk dijadikan acuan belajar saya, termasuk tafsir pada yang tidak non eksplisit. Atau tafsir yang melebih-lebihkan, sebab berungkali dituliskan dalam Al Quran bahwa Allah tidak senang pada hal melebih-lebihkan, sehingga Islam dapat menjadi sebuah acuan sebuah agama rasional yang proposional. Sedangkan yang membuat tafsir dari yang tidak jelas atau mutasyahabiat (jika tidak salah tulis) akan berujung pada kesesatan.

betul bahwa Al Qur’an adalah firman Allah tetapi dalam hal ini amor perlu sekali menyampaikan beberapa Penafsiran para Ulama yang tentunya keilmuannya jauh dibandingkan muslim disini.. (apalagi hanya seorang id amor, yang masih harus banyak belajar)

Amosart menulis

hmmm. Saya rasa saya mulai mengerti kenapa hal ini menjadi rumit dan anda menjelaskan begitu panjang dalam thread sebelumnya. Kalau kata aniaya mungkin kurang tepat, bisa juga dijahati atau dizholimi, sama seperti rasul-rasul dan nabi sebelumnya.

jadi mana skenarionya yang lebih sesuai dengan pandangan Al Quran:

a. Dizholimi – diangkat (hidup-hidup) ke langit – datang lagi – Mati (seperti rekan Kenji sampaikan)

b. Dizholimi – diangkat (derajad) – mati – datang lagi

mungkin setelah ini kita dapat masuk ke diskusi bagian lain, tentang Mujizat Isa Al Masih. Terima kasih rekan-rekan semua.

Tanggapan Id Amor

dari jawaban-jawaban amor sebelumnya tidak masuk kriteria A maupun B, tetapi bisa jadi kriteria C,sama dengan manusia lainnya

C. hidup-mati-dibangkitkan dihari pembalasan nanti.

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

[19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

[19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً

[19:32] dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيّاً

[19:33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

sebagaimana juga Yahya as

يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيّاً

[19:12] Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,

وَحَنَاناً مِّن لَّدُنَّا وَزَكَاةً وَكَانَ تَقِيّاً

[19:13] dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

وَبَرّاً بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّاراً عَصِيّاً

[19:14] dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيّاً

[19:15] Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

dan juga manusia-manusia lainnya

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

[7:25] Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

persoalan Isa as datang kedunia lagi setidaknya amor sudah menyinggungnya dengan mengutip Tafsir Al Azhar Qs 3:155

Dan berkata pula Syaikh Mustafa al-Maraghi, Syaikh Jami al-Azhar yang terkenal sebelum Perang Dunia ke-2, menjawab pertanyaan orang tentang ayat ini: “Tidak ada dalam al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa as. diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya itu, dan bahwa dia sampai sekarang masih hidup, dengan tubuh nyawanya.

Adapun sabda Tuhan mengatakan: “Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu dan membersihkan engkau daripada orang-or­ang yang kafir itu!” Jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mematikannya dan mengangkatnya, zahirlah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana Idris as. dikatakan Tuhan: “dan Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.” Dan inipun jelas pula, yang jadi pendapat setengah ulama-ulama Muslimin, bahwa beliau diwafatkan Allah, wafat yang biasa, kemudian diangkatkan derajatnya. Maka diapun hiduplah dalam kehidupan rohani, sebagaimana hidupnya orang-orang yang mati syahid dan kehidupan Nabi-nabi yang lain juga.

Tetapi jumhur Ulama menafsirkan bahwa beliau diangkat Allah dengan tubuh dan nyawanya, sehingga dia sekarang ini hidup dengan tubuh dan nyawa, karena berpegang kepada hadits yang memperkatakan ini, lalu mereka tafsirkan al-Qur’an disejalankan dengan maksud hadits-hadits itu.

Lalu kata beliau: “Tetapi hadits-hadits ini tidaklah sampai kepada derajat hadits-hadits yang mutawatir, yang wajib diterima sebagai akidah. Sebab akidah tidaklah wajib melainkan dengan nash al-Qur’an dan hadits-hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang Muslim beri’tikad bahwa Isa Almasih hidup sekarang dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani akidah itu tidaklah kafir dari Syariat Islam.”

Berkata pula Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Jami’ Al-Azhar (meninggal tahun 1963), tentang hadits-hadits bahwa Nabi sa akan turun Demikian kata beliau: “Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafaznya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau-balauan ini dijelaskan benar-benar oleh Ulama Hadits. Dan di atas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbih dan Ka’ab al-Ahbar, keduanya itu ialah ahlul-kitab yang kemudian memeluk Islam, dan sudahlah dikenal derajat keduanya dalam penilaian ahli-ahli jarh dan ta di/(ahli penyelidik nilai Hadits).

Meskipun Hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun ada pula, apabila Hadits itu shahih, namun dia adalah Had its Ahad. Dan Ulama telah ijma’ bahwasanya hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar akidah dan tidak sah dipegang dalam urusan-urusan yang ghaib.

Tentang Nabi Muhammad s.a.w bertemu Nabi Isa dan Yahya ketika Mi’raj, bukanlah alasan yang kuat buat membuktikan bahwa Isa as. hidup di langit, tetapi itu hanyalah pertemuan kerohanian belaka, bukan pertemuan tubuh. Keterangan tentang ini dapat dilihat dalam kitab Fathul-Bari dan Zadul Ma ad.

Akhirnya Syaikh Syaltout menutup fatwanya demikian:

01 – Tidak ada dalam al-Qur’an yang mulia dan tidak pula dalam Sunnah yang suci suatu alasan yang jitu, yang baik untuk dijadikan dasar akidah, yang dapat menimbulkan ketenteraman dalam hati bahwasanya Isa diangkat ke langit dengan tubuhnya, dan sampai sekarang dia masih hidup di langit dan bahwa dia akan turun ke bumi di akhir zaman.

02 – Kesimpulan yang diperdapat daripada ayat yang berkenaan dengan soal ini ialah bahwa Allah menjanjikan kepada Isa bahwa Dia akan mewafatkannya menurut ajalnya, dan mengangkatnya daripada tipudaya orang yang kafir, dan bahwa janji Tuhan ini memang telah terjadi, maka tidaklah dia mati dibunuh oleh musuh-musuhnya dan tidaklah dia disalibkan, tetapi disempurnakan Allah ajalnya dan diangkat derajatnya.

03 – Barangsiapa yang tidak percaya bahwa Isa telah diangkat dengan tubuhnya ke langit dan bahwa dia mengingkari dalil yang qath’i (jelas dan nyata), maka tidaklah dia keluar dari Islam dan Iman, dan tidaklah boleh dia dihukum murtad, bahkan dia Mus­lim dan Mu’min, disembahyangkan seperti menyembahyangkan orang beriman yang lain, dikuburkan di pekuburan orang mu’min, dan tidak rusak imannya di sisi Allah. Dan Allah terhadap hambaNya adalah,Maha Tahu, lagi memandang.

Sekian kita salinkan pendapat Syaikh Syaltout dalam kitab al-Fatawa beliau (cetakan Al-Azhar tahun 1959).

Adapun ulama Indonesia yang menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdul Karim Amrullah di dalam bukunya al-Qaulush-Shahih, pada tahun 1924. Beliaupun menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yang dibawa ke langit.

Demkianlah, oleh karena al-Qur’an selalu terbuka buat difahamkan, meskipun golongan yang menafsirkan ayat ini bahwa Nabi Isa diangkat dengan tubuhnya ke langit disebutkan jumhur, tidaklah tertutup pintu buat menilai pokok pendirian orang yang menafsirkan ayat menurut lahirnya itu, sehingga mungkin di satu waktu, tafsiran jumhur itu hanyalah sebagai catatan saja, bahwa pernah banyak orang menafsirkan demikian, tetapi tafsir yang kedua diterima oleh pendapat umum.

Kaum Ahmadiyah untuk menguatkan pendiriannya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi, dan dialah Nabi Isa Almasih yang dijanjikan akan turun di akhir zaman itu, maka merekapun menguatkan pendapat bahwa Nabi Isa telah mati. Mereka mau berdebat bertukar fikiran berhari-hari bermalam-malam untuk mempertahankan pendirian bahwa Nabi Isa Almasih telah mati dan bukanlah diangkat ke langit dengan tubuhnya dan nyawanya.

Maka jika ada orang yang berpendapat bahwa Nabi Isa Almasih telah mati, bukan tubuh dan nyawanya yang diangkat ke langit, bukanlah berarti bahwa orang itu telah menganut faham Ahmadiyah. Syaikh Muhammad Abduh, Sayid Rasyid Ridha, Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi dan Syaikh Mahmud Syaltout dan guru serta ayah saya Dr, Syaikh Abdul Karim Amrullah bukanlah orang Ahmadiyah, malahan mereka itu menolak keras akidah Ahmadiyah yang mematikan Al-masih untuk melapangkan jalan bagi menghidupkan Mirza Ghulam Ahmad buat menggantikan tempat Nabi Isa menjadi Almasih.Kemudian datanglah lanjutan ayat:

وَ جاعِلُ الَّذينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذينَ كَفَرُوا إِلى‏ يَوْمِ الْقِيامَةِ

“Dan akan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau lebih atas dan orang-orang yang kafir itu sampai hari kiamat”

Artinya, bahwasanya orang-orang yang teguh memegang ajaran Nabi Isa Almasih yang asli, yaitu tauhid, akan tetap lebih atas karena kebenarannya tidak dapat dijatuhkan, dan kepercayaan-kepercayaan yang kuat itu kian lama kian hilang pasarannya dari muka bumi ini. Pengetahuan manusia akan bertambah maju. Kemajuan pengetahuan akhir-kelaknya tidaklah akan sampai kepada mengatakan bahwa Allah itu bertiga dalam satu dan satu dalam tiga. Bertambah orang menyelidiki kebenaran dan suka membebaskan dirinya dari paksaan taqlid kepada pemimpin agama dan pendeta, bertambahlah akan nampak kemenangan orang-orang yang benar-benar mencari kebenaran dalam dunia ini. Sebab Allah itu sendiri adalah kebenaran: Al-Haq.

ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ

“Maka kepada Akulah tempat kamu kembali.”

Artinya, meskipun betapa perselisihan dan pertengkaran, yang satu mengatakan dia saja yang benar dan yang lain tidak mau menerima jika semuanya akan kembali kepadaNya, untuk mempertanggungjawabkan segala keyakinan dan anutan kita pada masa hidup di dunia yang fana ini:

فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فيما كُنْتُمْ فيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Maka akan Aku putuskan nanti antara kamu, dari hal apa-apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu.” (ujung ayat 55).

Ujung ayat ini sangatlah dalam artinya bagi mendidik kita di dalam menempuh pergolakan hidup. Adalah satu kenyataan bahwa kita telah terdiri dari berbagai golongan. Kadang-kadang kita bertengkar dan bertukar fikiran, kadang-kadang berebut pasaran dan pengaruh. Sehingga lantaran bertengkar kadang-kadang kita lupa akan kewajiban kita yang sebenarnya, yaitu mengabdikan diri kepada Tuhan. Lupa bahwa hidup di dunia fana yang pendek ini hendaklah diisi dengan amal yang baik, jasa yang berguna, ilmu yang berfaedah. Ujung ayat memberi ingat, janganlah terlalu banyak berselisih di antara kamu.

Kalau kamu merasa bahwa agamamulah atau ajaran kamulah yang paling benar, cobalah kerjakan dan amalkan dengan baik. Kalau waktu hanya kamu habiskan dengan bertengkar, niscaya amalan akan terbengkalai dan umurmu habis percuma, sedang yang kamu banggakan dengan mulutmu tidak membekas dalam amalmu. Di muka Allah nanti, di hadapan Qadhi Yang Maha Adil, segala yang kamu perselisihkan akan diselesaikan sendiri oleh Allah.

Tanggapan Terakhir Amosart2009 :

menarik sekali rekan id amor dan semua rekan yang lain. terima kasih atas diskusi yang saya rasa sangat bermanfaat ini.

itulah Dialog Penulis dengan Theolog Kristen dan ini benar benar terjadi,bagi yang ingin melihat dialog secara utuh bisa baca disini

: http://myquran.org/forum/index.php/topic,54586.0.html

Sekali lagi apa yang kami postingkan adalah ringkasan di Thread tersebut dan lebih memprioritaskan Tulisan Amosart dan Id Amor saja,itupun yang bersisi subtansial sesuai isi Topik.

Wassalam

Id amor


sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150097373102972